Sabtu, 11 November 2017

KDRT



10 Tanda Pasangan Anda Berpotensi KDRT


Tidak ada wanita manapun yang ingin terlibat dalam hubungan asmara yang menyiksa secara psikis maupun fisik. Namun seringkali keadaan tidak terjadi seperti yang diharapkan. Saat PDKT, mungkin si dia bertingkah laku sangat baik, perhatian dan ramah. Tapi tidak ada yang tahu setelah resmi berpacaran, sifat aslinya yang suka menyiksa perlahan-lahan terlihat.

Jangan sampai Anda menjadi korban kekerasan oleh kekasih sendiri dan terjebak dalam cinta yang menyiksa. Kenali tanda-tanda awal pria yang punya kecenderungan melakukan kekerasan:

1. Mengikat Anda di Awal Hubungan

Baru beberapa minggu resmi pacaran, dia sudah mengklaim kuatnya hubungan kalian dengan kata-kata seperti, “Aku tidak pernah merasa dicintai oleh orang lain seperti kamu mencintaiku.” Pada awalnya, mungkin terdengar manis dan romantis tapi yang tidak disadari, dengan mengungkapkan kalimat semacam itu dia ingin ada keterikatan ‘eksklusif’ sehingga Anda akan terbebani untuk selalu memperhatikan dirinya.

2. Cemburu Yang Berlebihan

Pasangan baru Anda menunjukkan sikap posesif yang ekstrim, menelepon setiap hari dan tiap menit, atau datang ke rumah secara tak terduga. Selalu curiga ke mana dan dengan siapa Anda pergi.

3. Hipersensitif

Ciri dari hipersensitif adalah mudah merasa terhina. Dia cenderung gampang menganggap semua yang Anda lakukan selalu salah, dan dia menganggap dirinya sebagai korban dari segala masalah yang menimpanya, sekecil apapun masalah itu.

4. Ekspektasi yang tidak realistis

Pria yang mengharapkan Anda jadi orang yang sempurna dan bisa selalu memenuhi semua keinginannya, juga merupakan tanda-tanda seorang pelaku KDRT. Dia memiliki aturan-aturan spesifik yang mendetil, Anda harus menuruti itu semua tanpa terkecuali, bahkan ketika aturan tersebut tidak masuk akal.

5. Mengisolir Anda Dari Dunia

Dia membatasi komunikasi Anda dengan teman-teman, rekan kerja bahkan keluarga sendiri. Melarang Anda bergaul dengan orang lain. Dalam tahap yang sudah parah, dia bisa menghalangi Anda untuk sukses di dalam karier maupun hubungan sosial.

6. Selalu Menyalahkan Orang Lain

Baik itu atasan, keluarga, teman atau kekasih, dia selalu menyalahkan orang lain jika keadaan tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Tidak pernah bisa melihat kesalahannya sendiri dan introspeksi diri. Bahkan malah marah besar jika ada orang lain yang mengkritiknya. Biasanya niat baik Anda untuk mengingatkan dan memperbaiki sifat buruknya malah jadi ajang pertengkaran hebat.

7. Membuat Anda Merasa Bersalah

Ciri penyiksa yang lainnya, adalah menjadikan dia sebagai objek penderita, bukan pelaku. Contohnya, memilih kata-kata seperti, “Kamu sudah membuat aku marah” atau contoh lainnya, “Aku tidak akan semarah ini jika kamu tidak…”, “Kamu memang tidak mau mengerti aku..”, “Kamu memang tidak pernah mencintai aku..”

8. Mengontrol Kehidupan Anda

Dia selalu menginterogasi hal-hal detail tentang siapa pria yang barusan berbicara akrab dengan Anda, memaksa agar Anda minta izin setiap ingin pergi ke luar atau melakukan sesuatu, sampai mengecek semua telepon, SMS atau BBM yang masuk ke ponsel Anda. Meminta password email, Facebook, dan Twitter Anda.

9. Jahat Terhadap Hewan dan Anak-Anak

Dia tidak segan untuk membunuh atau melukai hewan tanpa ada rasa kasihan. Kepada anak-anak, seorang pelaku KDRT suka meminta mereka melakukan sesuatu di luar kemampuannya.

10. Mengancam Akan Melakukan Kekerasan

Saat marah dia seringkali melontarkan ancaman seperti, “Lihat saja, aku akan mematahkan tanganmu,” tapi setelah itu ia langsung meralat ucapannya dengan mengatakan, “Percayalah, aku tidak bersungguh-sungguh mengatakannya.” Siklus ini berulang terus hingga akhirnya pada suatu saat dia benar-benar menyakiti Anda.

Bila kekasih Anda memiliki ciri-ciri di atas, maka sudah saatnya Anda mengakhiri hubungan daripada meresikokan diri Anda yang berharga menjadi korban KDRT di tangan pria yang tidak bisa mencintai Anda sebagaimana Anda seharusnya dicintai.

https://kelascinta.com/relationship/10-tanda-pasangan-anda-berpotensi-kdrt



Rabu, 08 November 2017

8 Nopember 2017 (Bali)

8 Nopember 2017 (Bali)



http://www.babadbali.com/pewarigaan/pewarigaan.php


Wasesa Sagara

Jembar budine (ikhlas), sugih pangapurane (pemaaf), amot ujar lan becik (selalu berkata baik dan benar), gedhe wibawane (berwibawa).




8 Nopember 2017 (Jawa)

8 Nopember 2017 (Jawa)


https://ki-demang.com/almanak/?do=watak&tg=8&bl=11&th=2017dddd


Wasesa Sagara

Jembar budine (ikhlas), sugih pangapurane (pemaaf), amot ujar lan becik (selalu berkata baik dan benar), gedhe wibawane (berwibawa).





Bleketepe

Bleketepe

Bleketepe

Bleketepe


Makna dan Filosofi Bleketepe Dalam Pernikahan Adat Jawa

Penulis: Ayu Puji Lestari

Pernikahan Kahiyang Ayu, putri dari Presiden Jokowi digelar tanggal 8 November 2017. Pernikahan Kahiyang dan Bobby digelar dengan adat Jawa. Tahukah kamu jika dalam rangkaian pernikahan adat Jawa ada istilah bleketepe. Prosesi ini biasa dilakukan sebelum acara siraman.

Bleketepe

Bleketepe = anyaman daun kelapa yang masih hijau dan dipasang di atas pintu masuk rumah sebagai perwujudan penyucian lokasi.

Bleketepe sendiri adalah anyaman dari daun pohon kelapa. Pemasangan bleketepe ini dilakukan oleh orang tua pengantin saat pemasangan tarub atau tenda untuk pesta pernikahan.

Tarub

Tarub


Tarub merupakan tradisi peninggalan dari Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapat memuat semua tamu, sehingga tamu yang di luar rumah diteduhi dengan daun kelapa itu.

Bleketepe biasa terbuat dari daun kelapa yang masih hijau dengan ukuran 50x200 cm. Bleketepe yang dipasang di tarub dan mengelilingi area pernikahan merupakan perwujudan dari penyucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi.
Bale artinya tempat, sedangkan Katapi berasal dari kata tapi yang artinya memisahkan kotoran kemudian dibuang. Dengan demikian Bleketepe dapat diartikan secara luas sebagai ajakan orang tua dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat di dalam upacara hajatan untuk berproses bersama menyucikan hati.

Pemasangan bleketepe ini juga diiringi dengan acara pemasangan tuwuhan. Jika bleketepe artinya kerjasama antar orang tua dan calon pengantin, berbeda dengan tuwuhan. Makna tuwuhan adalah harapan orang tua kepada pengantin untuk segera dapat memperoleh keturunan.

Pohon Pisang Raja

Dalam tuwuhan terdiri dati pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Pilihan pisang raja memiliki filosofi bahwa pasangan pengantin ini kelak memiliki kemakmuran dan kemuliaan seperti para raja.

Tebu Wulung

Cengkir Gading

Daun Randu

Kedua Tebu Wulung memiliki filosofi, diharapkan setelah memasuki jenjang pernikahan kedua mempelai memiliki jiwa bijaksana. Cengkir gadhing sebagai simbol kandungan, daun randu melambangkan sandang dan pangan dengan harapan mempelai dapat tercukupi kebutuhan sandang dan papannya. Dan terakhir adalah aneka dedaunan yang memiliki filosofi pasangan dalam menjalani pernikahan terbebas dari segala halangan.

https://www.vemale.com/ragam/108823-makna-dan-filosofi-bleketepe-dalam-pernikahan-adat-jawa.html
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/06/09/npo791-keraton-kasunanan-surakarta-jelaskan-filosofi-bleketepe